punuk penuh peluh
mengais serpih kedamaian
mengintip harap kebahagiaan
menyentuh kalbu diambang tawa
raut penuh isak
mengaduh lirih
habis sudah kata
hanya tangan yang menengadah
satu dua umpan di makan lahap
menjejali dinding perut yang keriput
aku menangis untuk duka
dimana orang tak punya nafas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar