Senin, 18 Maret 2013

OLD FLAME

Everyone has their own love story. And in every love story, there must be an old flame whom we used to call 'first love'


entah apa bedanya cinta monyet sama cinta pertama, dan ga jelas juga duluan mana cinta monyet dan cinta pertama. I have 2 old flames, dan meskipun sangat malu malu mengakui bahwa si anu adalah cinta pertama gue maka gue merubah status dia menjadi cinta monyet gue. gue bikin kamus sendiri kalo cinta monyet itu bukan cinta yang membuat kita dewasa dan jadi super cool tapi merupakan cinta yang membawa kisah jenaka. dan cinta pertama di kamus gue itu didefinisikan sebagai cinta yang bikin kita jadi keren. oke, keren disini bukan "keren" semacam lo bergaya kece dan berhasil tebar pesona tapi keren yang membuat lo mengubah kata 'sedih' jadi 'relung ini terluka', paham? contoh lain 'keren' disini adalah ketika lo dengan sadar atau tidak lebih peka dan indah dalam berkata juga berpikir. cinta pertama gua adalah seseorang yang dengan niat buka blog ini, kemudian memberikan komentar tentang isi blog ini, apresiasi kecil yang 'entah karena dia cinta pertama' atau 'entah karena dia yg paling perhatian' membuat gue merasa 'visible'.
gue akan mulai kisah ini dari si anu a.k.a cinta onyett atau kita samarkan saja namanya menjadi Sandi. kisah ini bermula dari istilah 'cover boy'............

ini yang disebut dengan pubertas sebelum waktunya, sebagai fakta aja tahun 2003 tepatnya ketika anak anak yg lahir di tahun 1995 masih duduk di bangku SD kelas 3 mereka mulai mengenal kata "cinta" "suka"... dan entah gimana awal ceritanya kata "cover boy" dan "cover girl" juga lagi terkenal banget di jaman itu. sampai di RT rumah gue anak anaknya mengadakan pemilihan "cover boy" dan "cover girl". Gue menghabiskan masa SD bersekolah di suatu sekolah dasar negeri yg ga terlalu dekat dan ga terlalu jauh juga dari rumah, di sekolah gue termasuk anak yg sangat cerewet, dan aktif di bidang baca puisi. Dan sama seperti di sinetron, karakter cewek cewek suka menggossip juga sudah mewabah di kalangan anak SD di jaman itu. Anak anak cewe sudah bisa membedakan mana temen cowok mereka yang mukanya enak ditonton dan mana yang ga sanggup untuk dilihat. Ada seorang cowo paling ideal menurut gue pada jaman itu, namanya, Sandi. Dia sekelas sama gue, berbadan paling jangkung dan ideal di kelas, paling jago ngaji dan hafalan surat pendek, sangat suka olah raga, anak pejabat daerah, satu satunya anak laki laki yang wangi di kelas (mungkin emang cuma dia yg udah kenal minyak wangi), murid teladan karena pintar dan segudang prestasi lainnya yg bikin dia "fix" jadi cem ceman cewek cewek di kelas. Dan karena udah bisa bedain mana yang ganteng dan kece serta mana yang enggak maka mulailah kata yg terdiri dari 3 huruf yg paling ngetrend sampe sekarang ini muncul di dunia.... "c i e", mulai dari kata cie itu........ -to be continued-

HOLA

*sign in*
*otak atik template*
*it has been a long long long time*
*get awkward*
...................................finally

dulu ini semua terasa akrab, keyboard, blog, blogger, tulisan, pegel pegel, puass...dan kemudian sekarang terasa awkward. Social life bukan cuma menghasilkan cerita tapi kadang menenggelamkan si pengarang, tapi tanpa si social life itu sendiri ga bakal ada yang dipanggil seorang penulis. ibu gue selalu bilang 'you are what you read', dan gua mau nambahin  'you are what you've been through'. super huft huft huft..... kehidupan SMA ini berjalan sangat w o n d e r f u l... mulai dari ketawa ngakak sampe hal hal dramatisssss.... dan ini semua akan berakhir dalam waktu kurang dari 4 bulan lagi.. ciyee udah mau kuliah ciyee...... *kemudian hening*. entah waktu yang tak lagi berjalan melainkan berlari atau semua ini terlalu asik sampai ga kerasa sekarang gua udah mau lulus SMA. :"( ini sedih loh, sedih loh, serius, ini sedih. 12 tahun gua belajar pkn, matdas dll dan berhenti kurang dari beberapa bulan lagi. seragam bau kecut juga bakal dilucuti dan ga bakal dipake lagi. tapi dibalik rasa itu semua, kepenasaran gua tentang kehidupan kuliah dan seputarnya memenuhi seluruh ruang melodramatis tentang meninggalkan bangku sekolah. yap yap yap, sampe disini aja ngelenturin jarinya dan mari kita lanjutkan tulisan tulisan yg jadi wakil suara pikiran

!!!!