pagi yang berbeda membawa aroma yang berbeda .
pagi pertama dimana semua kabar memupuk bahagia
senyumku mengukir wajah, menyapa dunia
mataku masih berkabut ketidak sadaran, hanya saja aku terbangun bahagia karena kutau ada kabar yang merantai tawa...
pagi ke 178 merajut pedih
kuterbangun mengaduh perih
menggeliat penuh tangis
jantung tergopoh menahan pilu
pagi pertama saat kutau kau telah pergi
enggan kusapa dunia
enggan kutersenyum ramah
ku hanya terpaku pada suatu rasa yang orang sebut penyesalan, yang orang sebut kehilangan
ku tak pernah peduli pada orang yang berkata 'aku kehilangan cinta' hingga menjerit penuh derai kebingungan ... aku selalu berkata 'mengapa tak kalian acuhkan rasa itu?'
ternyata aku belum mengerti
belum merasa
hanya melihat
dan menyimpulkan
dan kini aku meringkuk
menguping jeritan hati yang mengiris dada
yang memanaskan mata
jariku mengetuk ujung meja .. manghitung berapa detik kutersesat pada rasa hilang
sungguh bukan detik yang menjadi akhir.. tapi mungkin hari ini dan selamanya
itulah aku dengan rasaku
entah bagaimana ku tersadar , aku tau sedari dulu CEPAT atau LAMBAT semua akan jadi seperti ini, kehilangan kan jadi akhir kisah seorang yang merelakan...
-hanya sebuah catatan ketika ku kehilangan-
pagi pertama dimana semua kabar memupuk bahagia
senyumku mengukir wajah, menyapa dunia
mataku masih berkabut ketidak sadaran, hanya saja aku terbangun bahagia karena kutau ada kabar yang merantai tawa...
pagi ke 178 merajut pedih
kuterbangun mengaduh perih
menggeliat penuh tangis
jantung tergopoh menahan pilu
pagi pertama saat kutau kau telah pergi
enggan kusapa dunia
enggan kutersenyum ramah
ku hanya terpaku pada suatu rasa yang orang sebut penyesalan, yang orang sebut kehilangan
ku tak pernah peduli pada orang yang berkata 'aku kehilangan cinta' hingga menjerit penuh derai kebingungan ... aku selalu berkata 'mengapa tak kalian acuhkan rasa itu?'
ternyata aku belum mengerti
belum merasa
hanya melihat
dan menyimpulkan
dan kini aku meringkuk
menguping jeritan hati yang mengiris dada
yang memanaskan mata
jariku mengetuk ujung meja .. manghitung berapa detik kutersesat pada rasa hilang
sungguh bukan detik yang menjadi akhir.. tapi mungkin hari ini dan selamanya
itulah aku dengan rasaku
entah bagaimana ku tersadar , aku tau sedari dulu CEPAT atau LAMBAT semua akan jadi seperti ini, kehilangan kan jadi akhir kisah seorang yang merelakan...
-hanya sebuah catatan ketika ku kehilangan-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar