Minggu, 28 Agustus 2011

ANSWER

"untuk menulis butuh karakter kuat, pada umumnya perasaan sedih"
ada 2 hal yang kutangkap dan memiliki makna bertolak belakang untukku, yang pertama aku merasa kehilangan karakter kuat dan yang kedua aku senang rasa sedih belum menghampiri..

aku belajar menulis tentang kebahagiaan, hanya kebahagiaan, anehnya lebih sering gagal, entah... mungkinkah butuh suatu rasa penyokong..
aku ingin menciptakan berbagai rasa sesuai dengan keinginanku, beradaptasi dengan apa yang kuharapkan bisa kutulis, tapi apakah untuk benar benar mengerti telur harus menjadi ayam?, ada jawaban paling relatif "sejauh mana ingin mengenal sesuatu". Kalau diutarakan secara lugas berarti untuk mengenal atau mendalami sesuatu (rasa atau jiwa) perlukah mengalami peristiwa yang bersangkutan dulu? jawabannya tergantung sejauh apa kita ingin memahami rasa tersebut

(bersambung)