Jumat, 13 September 2013

first impression



Kelompok adalah sekumpulan orang yang dipertemukan untuk berbeda pendapat, menerimanya dan mencapai tujuan bersama. Selalu ada orang orang yang dominan, dan dimana ada orang dominan maka Tuhan ciptakan orang orang minoritas yg lebih suka diam. Bukan sebuah kutukan bagi si kaum minoritas, tapi lebih sebagai pilihan mereka.

Pada dasarnya, saat kita menginjakan kaki pertama kali dalam suatu kelompok, kehidupan menjadi demokratis, kita diberi hak sepenuhnya untuk memilih peran dalam kelompok itu. Orang yg angkat bicara untuk pertama kali adalah seorang volunteer, orang kedua adalah orang yang tau teori tentang kebebasan memilih, dan dengan tegas memilih menjadi si mayoritas, suara suara berikutnya adalah suara membeo, yg menjawab lirih ketika bertanya, tapi terlalu ragu untuk mengangkat tangan. 

Dan orang orang yg dari awal menjadi penonton yg baik adalah orang orang yg kedepannya resmi menjadi si kaum minoritas. Seperti sebuah pepatah yg menyatakan “first impression last longer” mungkin bukan lagi last 
longer tapi jadi “last longest”. 

Second impression adalah kesan berikutnya ketika suatu kelompok dilibatkan dalam suatu tugas atau pertanyaan yg harus dipecahkan bersama, orang yg menggagas ide untuk pertama kali biasanya akan dipakai idenya, bukan karena idenya sangat bagus, tapi karena kelompok yg berumur masih muda ini terlalu takut untuk menantang ide dan merasa diam dan mendukung adalah tindakan yg baik demi menghindari perselisihan pendapat. Orang kedua yg memberi ide biasanya memiliki jiwa yg berani dan halus dalam mengutarakan “lebih baik ditambahkan dengan.....” “bagaimana kalau kita.....” kemudian akan terdengar suara suara yg membeo seperti “nah iya benar” “oke oke”, kemudian ada orang orang yg merasa tidak nyaman dan mulai merasa tersisihkan, merasa idenya tidak diterima, ataupun merasa idenya selalu dicuri. 

Dan kemudian orang itu  memiliki rasa “malas”, malas dalam artian “aku sudah berusaha tapi tetap tak terlihat, lebih baik diam”, dan si orang pertama atau kedua yg saling berlomba untuk menjadi volunteer terbaik mulai merasa lelah, merasa menjadi satu satunya yg berusaha, dari 10 orang dalam satu kelompok mungkin hanya 3-4 orang yg berdedikasi tinggi, sisanya hanya beo beo cantik dan tampan,si  perusak suasana, si sensitif, si pendiam dan si  cuek. 

Kemudian semua menjadi sulit untuk dijalani, atau dengan kata yg lebih terbuka lagi “semua jadi dipersulit”, pertumbuhan backstabber pun semakin menjamur. 1,2,3,.... tantangan sudah dilewati dengan sulit, kemudian rasa kekeluargaan mulai timbul, ketika rasa humor mulai bangkit. Berawal dari tertawa karena suatu hal sampai dapat penghargaan keccil karena kinerja yg baik, rasa saling percaya yg sudah dinantikan akhirnya datang.