Kelompok adalah sekumpulan orang yang dipertemukan untuk
berbeda pendapat, menerimanya dan mencapai tujuan bersama. Selalu ada orang
orang yang dominan, dan dimana ada orang dominan maka Tuhan ciptakan orang
orang minoritas yg lebih suka diam. Bukan sebuah kutukan bagi si kaum
minoritas, tapi lebih sebagai pilihan mereka.
Pada dasarnya, saat kita
menginjakan kaki pertama kali dalam suatu kelompok, kehidupan menjadi
demokratis, kita diberi hak sepenuhnya untuk memilih peran dalam kelompok itu. Orang
yg angkat bicara untuk pertama kali adalah seorang volunteer, orang kedua
adalah orang yang tau teori tentang kebebasan memilih, dan dengan tegas memilih
menjadi si mayoritas, suara suara berikutnya adalah suara membeo, yg menjawab
lirih ketika bertanya, tapi terlalu ragu untuk mengangkat tangan.
Dan orang
orang yg dari awal menjadi penonton yg baik adalah orang orang yg kedepannya
resmi menjadi si kaum minoritas. Seperti sebuah pepatah yg menyatakan “first
impression last longer” mungkin bukan lagi last
longer tapi jadi “last longest”.
Second impression adalah kesan berikutnya ketika suatu kelompok dilibatkan
dalam suatu tugas atau pertanyaan yg harus dipecahkan bersama, orang yg
menggagas ide untuk pertama kali biasanya akan dipakai idenya, bukan karena
idenya sangat bagus, tapi karena kelompok yg berumur masih muda ini terlalu
takut untuk menantang ide dan merasa diam dan mendukung adalah tindakan yg baik
demi menghindari perselisihan pendapat. Orang kedua yg memberi ide biasanya
memiliki jiwa yg berani dan halus dalam mengutarakan “lebih baik ditambahkan
dengan.....” “bagaimana kalau kita.....” kemudian akan terdengar suara suara yg
membeo seperti “nah iya benar” “oke oke”, kemudian ada orang orang yg merasa
tidak nyaman dan mulai merasa tersisihkan, merasa idenya tidak diterima,
ataupun merasa idenya selalu dicuri.
Dan kemudian orang itu memiliki rasa “malas”, malas dalam artian “aku
sudah berusaha tapi tetap tak terlihat, lebih baik diam”, dan si orang pertama
atau kedua yg saling berlomba untuk menjadi volunteer terbaik mulai merasa
lelah, merasa menjadi satu satunya yg berusaha, dari 10 orang dalam satu
kelompok mungkin hanya 3-4 orang yg berdedikasi tinggi, sisanya hanya beo beo
cantik dan tampan,si perusak suasana, si
sensitif, si pendiam dan si cuek.
Kemudian
semua menjadi sulit untuk dijalani, atau dengan kata yg lebih terbuka lagi “semua
jadi dipersulit”, pertumbuhan backstabber pun semakin menjamur. 1,2,3,....
tantangan sudah dilewati dengan sulit, kemudian rasa kekeluargaan mulai timbul,
ketika rasa humor mulai bangkit. Berawal dari tertawa karena suatu hal sampai
dapat penghargaan keccil karena kinerja yg baik, rasa saling percaya yg sudah
dinantikan akhirnya datang.