penghabisan waktu
digerogoti sang penantang
memamerkan keharmonisan
tak urung hati
menatap lesu
kesinisan lain menguatkan
berkutat memutar otak
buat agar kujatuh
tak ada daya tersungkur malu
apa mata bisa ditipu
penilai itu ada dua
hati penuh jernih
dan lensa tak kabur pandang
aku tak tertarik akan pameran
lensaku tak sepadan untuk pameran
pameran untuk penjatuhan insan lain
(prosa lirik ini dibuat kala kusedang berdiri menatap 'titik bertahan', bahasanya lebih lugas, karena ada kesan komplain)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar