Kamis, 24 Juni 2010

MARAH

meski jutaan batu terhempas dari bongkah gunung yang lapuk, takkan mengalahkan kejam hembus kata yang terkoar dari mulutmu....
marah, baru kali ini aku begitu marah,!
selama tanah merah tetap basah, selama itu pula takkan ada yang melihat kebenaran,
kepercayaan terus goyah, tapi penghianat hati terus berkata dusta,
dilema tak tanggung mengajakku berperang!!!!!
ketika kucoba bungkam, mataku tak henti membaca setiap tulisan bernada kasar darimu!
ketika ku kobarkan amarahku tepat dihadapan wajahmu hanya untaian makian kudengar...
pelupuk mata keriput oleh basahnya air mata...
bodoh!!!!! kenapa aku menangis???!!!! untuk dia ,
tapi lagi lagi kucoba tuk bungkam toh sebentar lagi perpisahan akan membawa damai, karena tidak bertemu pecundang itu lagi...

emosiku berlebih, bahasaku tak teratur, lukisan kata indah menjadi pola yang terlalu melankolis, hari ini ku hanya ingin MARAH!!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar