Minggu, 29 Mei 2011

BEBAS

Kadang menjadi terlalu melodramatis hanya membuat kelelahan berkepanjangan
banyak orang yang memilih mencurahkan kesedihan yang sebesar bom atom dari sela sela pori - pori hati yang sempit. wow
seperti halnya diriku yang lebih sering mencurahkan segudang kesedihan, kesengsaraan dan kesendirian.

seiring berjalannya jam dinding di kamarku dan seiring berjalannya jutaan kisah di keseharianku semakin besar kesadaranku bahwa aku hanya berada di satu ruang lingkup yang kubangun sendiri... Kesepian.
aku masih muda, sangat muda dengan segudang mimpi yang rasanya ingin meledak dari celah kepalaku. aku ingin jadi ini, jadi itu, begini, begitu, begini lagi, begitu lagi hingga akhirnya mimpi utama itu hidup dan bersemai di genggamanku.

seandainya perjalanan hidup semudah berkhayal, semudah bermimpi.. namun, yang terjadi justru segudang emosi, kejadian, kebahagiaan, gelak tawa hingga cucuran air mata.
kata orang itulah jalan menuju kesuksesan, satu kata namun berharga.... Pengalaman..

kadang aku tersenyum mengingat masa - masa yang tlah lalu, yang terangkai menjadi suatu energi kebangkitan. masa dimana aku terlalu muda dan lugu untuk menerima suatu gejolak.
aku tersenyum sendiri melihat bagaimana air mataku mengucur deras, jantungku berdebar tak karuan dan rasa perih dimana - mana. aku masih terlalu kekanakkan untuk mengerti bahwa hari paling berat sekalipun toh akan berlalu dengan kuasa waktu. ya hanya waktu.

Aku mencoba melihat kesekelilingku dan menemukan hangatnya keluargaku, genggaman erat sahabatku dan rangkulan kawan serta saudaraku. lalu apa yang harus kutangisi? tidak ada yang kurang, semuanya lebih dari cukup.
aku gadis kecil yang kata orang masih mencoba mencari jati diri, masih berusaha merangkak mencari diri. meski teman sebayaku memiliki kekasih, lalu mereka putus dengan kekasih mereka, lalu bertemu dengan yang lain dan aku masih aku, belum memiliki kekasih. awalnya aku begitu ingin merasakan gejolak itu lagi, gejolak dicintai, mencintai dan segudang aneka rasa lainnya. namun setelah jiwaku merenung, apakah salah jika belum memiliki kekasih? apakah itu menandakan bahwa aku tak secantik yang lain? apakah itu menandakan kepribadianku tidak menarik? apakah itu menandakan bahwa aku tak diinginkan?

lalu hanya ada satu jawaban yang terlintas dibenakku. tidak. bukan karena aku tak cantik, bukan karena aku tak baik, bukan karena aku tak diinginkan melainkan aku hanya..... hanya belum saatnya merasakan gejolak itu.

mungkin dan hanya tebakkanku saja, Tuhan sedang merencanakan yang lebih baik.
pikiran - pikiran seperti ini menyelamatkanku dari kurunganku sendiri.

AKU BEBAS, AKU MUDA DAN AKU MASIH INGIN BERKARYA :D

Rabu, 18 Mei 2011

LALU

terlalu jauh
lalu?
terlalu bodoh
lalu?
terlalu sedih
lalu?
lalu apa?
tak ada yang lebih dari sekedar peduli