Kamis, 24 Juni 2010

PERTEMANAN ABADI

tak kutemukan satu pun titik terang
berdiri menatap lampu pijar tak kan ada guna

coba berfikir bahwa waktu akan mempermudah kesesakkan dada, membuatku jadi orang tak sabar dan gelisah.
tak ada derita atau cerita menyedihkan, hanya saja kutahu akan terjadi derita dan kerinduan yang menyesatkan. ketika tawa renyah terdengar menggema, semakin kuat kesadaranku akan perpisahan yang urung tiba.
setiap hari ketika terbangun dari tidur yang lelap, selalu ada senyum yang menegaskan, hari ini aku masuk sekolah, menatap seluruh kawan.
sampai di kelas, sudah pasti ada gerombolan anak perempuan yang mengobrol, tertawa, dan saling melempar lelucon serta berbagi kisah tentang apa yang terjadi di tayangan televisi yang kita sukai.
segerombolan anak laki-laki yang super kompak tak pernah luput kulihat duduk bersila bersama, memetik gitar menyanyikan sebuah 2 buah bahkan 3 sampai 4 buah lagu yang dari hari ke hari mereka putar terus.

ketika pelajaran di mulai, lelucon tak usai juga, satu dua anak menjadi bahan lelucon bagi satu dua anak lainnya, kejadian lucu yang terjadi, dan segenap tawa yang terdengar terasa begitu hangat.
tidak hanya kebahagian, kesedihan dan permasalahan besar mengikat kita pada sebuah kebiasaan atau sebuah persahabatan.
satu... dua.......3 tahun berlalu, acara perpisahan sedang di persiapkan
kapan lagi aku datang ke sekolah, memakai putih biru kebanggaan, tertawa dan tersenyum bahagia bertemu sekawanan remaja seumuran yang penuh dengan perhatian atau lelucon jenaka..
bibirku terasa KELU tak dapat menghentikan waktu, GERAKKU terasa kaku tak bisa melawan waktu

Terima kasih teman ~
semoga pertemuan kita merupakan sebuah kenangan yang selalu teringat di masa depan dan menjadikan senyum kebanggaan bagi satu sama lain pernah saling mengenal..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar