Senin, 30 Desember 2013

Gadis ini

Semua yang datang dan pergi 
Yang datang dan menetap
Yang pergi lalu kembali

Ini cerita tentang seorang gadis yang percaya tentang mimpi-mimpinya 
Yang memikirkan mimpinya, hari esoknya dan tentang hari kemarin setiap malam ketika yang lain terlelap, pikirannya mengembara, entah sudah berapa jauh.. 

Banyak orang susah mendapatkan bunga tidur, dan tidak memikirkan bahwa penting mendapat bunga tidur. Tapi gadis ini berbeda, sejauh yang dia ingat, hampir semua tidurnya dianugerahi mimpi.
Imajinasinya kuat, sehingga kadang semua bunga tidur itu terasa begitu nyata, terasa bersatu padu dengan yang nyata. 

Gadis ini, punya obsesi ingin menulis tentang cerita hidupnya, yang menurut dia macam macam warnanya. Yang setiap bertemu sahabat baru dia ceritakan, sampai hafal, sampai seluruh rekannya kerasan tentang ceritanya, tentang hidupnya. 

Gadis ini, baginya hidup di dunia harus berani cicip sana sini, jadi ini itu, belok kanan kiri, jatuh ke bawah lalu terbang ke atas. 
Gadis ini, bertemu dengan pemegang-pemegang pena yang kaya idenya, dan pemegang-pemegang kuas yang luas imajinya
Mereka penulis penulis itu, mengisi buku kosong milik gadis ini dengan kata kata yang indah, yang memikat dan membuat gadis ini bersyukur 
Mereka pelukis pelukis itu, menari nari kan kuas mereka di atas kanvas gadis ini, dengan warna gelap hingga terang, agar gadis ini punya lukisan yang menawan 

Mereka orang-orang istimewa yang satu persatu punya kesan di hati gadis ini, yang satu persatu ingin digambarkan di catatan gadis ini. 

Gadis ini memiliki seorang ibu, yang bilang padanya "kamu hanya harus membaca, lalu memulai" 

Dan seorang sahabat yang bilang "semua berasal dari keberanian" 

Gadis ini, yang tadinya sempat hilang dibawa pergi hatinya yang melanglang buana ke antah berantah, sekarang kembali, melihat obsesinya lagi, dan percaya bahwa buku dan kanvasnya masih haus kata dan warna :) 

Selasa, 24 Desember 2013

FRIEND ZONE



Di dunia yang banyak omong kosong ini
dengan orang – orang yang sibuk cari muka
ketika yang lainnya justru bermuka dua atau lebih

Rasanya bahagia menemukan dia satu diantara sejuta
yang tidak tertarik dengan omong kosong
yang merasa puas dengan muka sendiri

Dia, yang entah bagaimana bisa hidup seperti itu

Andai semua orang bisa hidup seperti dia
gasuka tinggal bilang
suka tinggal bilang
disalahin tinggal bilang “itu bener menurut gua”

Dia bilang ibunya selalu bilang “semuanya itu gabisa suka suka kamu aja”

Tapi dia, dia merdeka
dia tidak hidup dalam teori yang orang lain buat 

Ada yang bilang dia bajingan
ga bisa diatur
tapi dia bodo amat, siapa juga yang mau diatur?

dia mungkin cuma harus lebih peduli lagi
misal, lebih peduli kalo gue peduli
lebih peduli, kalo gue gabisa pura pura ga peduli

dia, yang bawa gue kabur dari zona aman
dan membuat gue senang karena kabur :)