Rabu, 29 September 2010

JALAN

suplir hitam melengkung ketika muda..
menjulur panjang kala umur menanjak..
gelisah terinjak, tak mudah dilihat,
hanya aku merasa pedih suplir..
masih mudah meraba hati suplir,
tak peka terhadap hati batin..
serbuk ilalang menari menapak udara..
diputar angin tak kuasa..
hanya harap tak tentu,
bawa ilalang ke tirai hidup…
semua berjalan tanpa tuntutan.
semoga hati tak ada jenuh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar