Jika diminum tergesa gesa maka ia akan melukai lidah
Jika terlalu lama dibiarkan maka nikmatnya akan berkurang
Cinta harus tepat waktu
Seruput pertama begitu nikmat
Hangatnya membasuh tenggorokkan
Uapnya menyelimuti ujung hidung
Meredamkan dingin
Setengah gelas berlalu
Kehangatan menjadi biasa
Lalu kita asik bicara
Tentang hidup dibawah langit sore
Lalu hidungmu mulai berair, tenggorokkanmu meminta kehangatan
Segelas kopi hangat yang barusan diacuhkan
Seruput berikutnya tak begitu nikmat
Hangatnya dicuri angin yang tak bosan berhembus
Dan sampailah di titik itu ketika rasa hangat manis hanya tinggal pahit
Dan ampas yg tersisa meninggalkan sepat di lidah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar