Selasa, 18 Maret 2014

Waktu ibu pertiwi sepanas bara


Di barat asap ngebul
Suara batuk membahana 
Tanah jawa repot semerawut 
Dihiasi bendera politik warna warni 
Petani polos disogok dangdutan demi pungutan suara 
Ibu kotanya ditinggal pemimpin 
Yang lari cari bangku yang lebih empuk
Tikus rakus di gedung mewah sibuk bikin proyek baru sama saja dengan yang dibawah jembatan
Bedanya.. tikus rakus bangun gedung, para manusia penghuni kolong malah bangun rumah kerdus
Kritikus unjuk gigi di televisi, mengkritisi dilema negara 
Anak muda sibuk hidup di sosial media, berlomba siapa yang hidupnya lebih meriah lewat update-an yang tak ada hentinya 
Media ketawa ketiwi, kantongnya makin besar, makin panas negara, makin jadi sasaran empuk

Di timur beta haus karena airpun tak ada 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar