Sabtu, 26 Februari 2011

LAYANGANKU (surat 2)

kepada seseorang yang berusaha keras menghiburku

aku berfikir tentang bagaimana hidup yang kujalani, menelaah setiap bagiannya dan membuatnya menjadi patokan untuk hari esok..
sekeras kerasnya hidup pasti ada jalan yang ia tawarkan, entah apa itu pasti memiliki resiko tersendiri.
aku berfikir hanya ketegasan yang membuat hidupmu berjalan paling tidak cukup mirip dengan apa yang kau bayangkan...
hidup itu tentang keputusan
tentang ketegasan, tentang kerja keras dan tentang profesionalitas... lalu dimana perasaan bekerja? perasaan mengiringi tindakan, namun kuharap ia tak mengambil peran besar dalam setiap keputusanku.

hai.. apakah kau membaca setiap kata kataku diatas dengan baik? kau pernah mengajukan sebuah pertanyaan padaku.. "seandainya kadar keberuntungan setiap orang ditentukan dengan nilai yang sama oleh yang maha kuasa, dan aku begitu banyak menggunakannya selama hidupku ini apakah aku akan kehabisan keberuntungan di masa depan?"
aku tahu jawabannya, bagiku keberuntungan itu tak memiliki kadar yang pasti, dan bahkan aku hampir tak percaya pada keberuntungan, bagiku yang ada hanyalah bentuk akhir dari sebuah usaha. dan kau tau? kau adalah seorang pekerja keras dan kepedulianmu cukup tinggi sehingga kau cukup pantas menerima "keberuntungan"..
ingat bagaimana air mataku mengalir deras ketika ku sedang merasa tak memiliki mood yang baik? dan bahkan aku bisa saja menangis meraung raung di hadapanmu, namun itu semua tak lagi terjadi pada diriku.. meski kadang ku merasa begitu sakit atau rapuh tapi kurasa berpura pura tegar cukup ampuh sehingga membuatku pada akhirnya benar benar tegar.. yeah it's better cause I am feeling better..

taukah apa yang membuatku ingin sekali bertolak, menjauh dan tak lagi membuang air mata untukmu? karena aku merasa diriku begitu bodoh..
apa yang begitu sulit kulewati, begitu mudah kau lewati
apa yang begitu sukar kulakukan, begitu mudah kau lakukan
itu semua karena kita memang tak pernah memiliki perasaann yang sama
lalu dimana letak kebodohan itu? kebodohan itu adalah karena aku selalu bersikeras berfikir bahwa mungkin setidaknya kita pernah merasakan hal yang sama..

kau bagai layangan bagiku..
dengan usaha keras ku ingin menerbangkanmu, berusaha membuatmu melihat angkasa
berusaha agar kau terbang setinggi yang kumau
berusaha membuatmu menari di angkasa sesuai arah yang kutunjukan
dan kau berusaha membuatku berlari lari kecil jika keadaan angin tak baik
kau berusaha membuatku menarikmu dan mengulurmu
kau berusaha membuatku tersenyum saat kulihat kau terbang tinggi kalahkan yang lain
kau berusaha agarku tetap menjagamu meski tak ada kepastian apakah benangmu akan putus atau tak terkalahkan...
tanpa kepastian.. aku bingung kapan akan kuturunkan layanganku (kau)
namun keputusanku bulat, jelas dan tegas, aku ingin kau lepas bebas dan berhenti berusaha menghiburku.. aku akan memotong benangmu, membiarkan angin menguasaimu.. terbanglah sesuai keinginanmu.. jauh tinggi, jangan menoleh lagi... pergilah bersama doa doaku, angin akan membisikimu setiap pagi akan doa doa yang kukirimkan...
aku bahagia.. esok lebih baik..

doaku : "semoga kau bahagia dan sukses selalu"

Mustika Nagari Kinanti, 27 februari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar